Monday, January 26, 2009

Contemporary Piano for Children

Inez Raharjo played The Magic Smith by S. Gubidulina and The Little Tit by S. Gubaidulina, Teater Salihara, 23 Januari 2009, KONSERVATORIUM MUSIK JAKARTA, Direktur Artistik: Adelaide Simbolon.



SOFIA GUBAIDULINA (Christopol, Republik Tatar, 24 Oktober 1931). Gubaidulina adalah seorang komposer Rusia, yang juga menaruh minat besar terhadap kesusasteraan, yang muncul di masa-masa akhir Uni Soviet. Karya-karnyanya ditandai oleh banyak elemen seperti spiritualitas Kristiani, simbol-simbol musikal, struktur-struktur harmoni yang khas yang berasal dari pemecahan dan pengulangan nada-nada sederhana, dan juga penggunaan alat-alat musik tradisional dari wilaya Asia Tengah dimana dia berasal. Setelah perang dunia II selesai, Gubaidulina bisa mewujudkan mimpinya yakni belajar piano dan komposisi di Kazan Conservatory of Music yang kemudian dilanjutkan ke Moscow Conservatory. Karya-karyanya pada saat itu selalu mendapat banyak kritik karena menggunakan metode-metode baru antara lain eksplorasi nada di luar nada-nada yang lazim. Tapi dia mendapatkan dukungan dari Dmitri Shostakovich yang juga menjadi salah satu pengujinya di ujian akhir Konservatori. Ditahun 1970-an Gubaidulina membentuk "Astreja" kelompok musik yang banyak berimprovisasi dengan alat-alat musik tradisional yang langka dari daerah Kaukasus dan Asia Tengah. Karya-karya Gubaidulina yang dimainkan pada konser ini diambil dari "Musical Toys", koleksi 14 lagu-lagu pendek diciptakan khusus untuk anak-anak.

So Eun Kim played Four-finger Exercise composed by W. Lutoslawski, Teater Salihara, 23 Januari 2009, KONSERVATORIUM MUSIK JAKARTA, Direktur Artistik: Adelaide Simbolon.



WITOLD LUTOLAWSKI (Warsawa, 25 Januari 1913 - Warsawa, 7 Februari 1994). Komponis Polandia abad ke-20 yang paling terkenal pada masanya mulai belajar komposisi dan piano di usia remaja. Karya-karyanya saat itu banyak dipengaruhi oleh lagu-lagu rakyat Polandia. Di zaman pendudukan Jerman, Lutolawski sempat menjadi tahanan perang di tahun 1934, tapi ia berhasil melarikan diri dan bekerja sebagai pianis di cafe-cafe di Warsawa. Di tahun 1950-an, ia mulai mengembangkan suatu teknik komposisi harmonik dan kontrapunktal berdasarkan sistem 12-nada yang menjadi ciri khasnya, tapi berbeda dengan sistem 12-nada dari Schoenberg. Teknik barunya ini memberi jalan untuk membuat harmoni dan melodi dari interval-interval tertentu dan juga akor-akor penuh tanpa merubahnya menjadi "tone clusters". Hal lain yang menjadi ciri khasnya adalah penggunaan proses aleatoris, dimana koordinasi irama dari lagu yang sedang dimainkan selalu berubah-ubah setiap saat. Kombinasi antara teknik 12-nada dan aleatory ini membuat karya-karyanya mempunyai tekstur musikal yang kompleks. Karya-karya Lutolawski di acara ini diambil dari "Album for the Young" yang merupakan kumpulan lagu-lagu pendek yang khusus ia ciptakan untuk anak-anak, yang secara harmonik dan melodik dipengaruhi oleh lagu-lagu rakyat Polandia.

No comments: